Sabtu, 22 Januari 2011
Selasa, 04 Januari 2011
sifat fisik dan mekanik kayu bahan bangunan (ilmusipil.com)
sifat-sifat Fisik Kayu, yaitu :
Berat Jenis kayu
Kayu memiliki berat jenis yang berbeda-beda, antara 0,2 (kayu balsa) sampai 1,28 (kayu nani). Berat jenis merupkan petunjuk untuk menentukan sifat-sifat kayu. Makin berat kayu itu, kekuatan kayu makin besar. Makin ringan kayu itu, kekuatannya juga makin kecil. Berat jenis tergantung oleh tebal dinding sel, kecilnya rongga sel yang membentuk pori-pori.
Keawetan alami kayu.
Keawetan alami kayu berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Keawetan kayu disebabkan oleh adanya suatu zat di dalam kayu (zat ekstraktif) yang merupakan sebagian unsur racun bagi perusak kayu.
Warna kayu.
Warna suatu jenis kayu dipengaruhi oleh : tempat di dalam batang, umur pohon dan kelembaban udara.
Higroskopik
Higroskopik yaitu sifat dapat menyerap atau melepaskan air atau kelembaban. Makin lembab udara sekitar, kayu juga semakin lembab. Masuknya air ke dalam kayu menyebabkan berat kayu bertambah. Sifat ini berhubungan dengan sifat mengembang dan menyusut kayu.
Tekstur kayu
Tekstur kayu yaitu ukuran relatif dari sel-sel kayu. Menurut teksturnya, kayu dibedakan menjadi :
*Kayu bertekstur halus, contohnya kayu giam, lara, kulim, dll.
*Kayu bertekstur sedang, contohnya kayu jati, sonokeling, dll.
*Kayu bertekstur kasar, contohnya kayu kempas, meranti, dll.
Berat kayu.
Berat suatu jenis kayu tergantung dari jumlah zat kayu yang tersusun, rongga-rongga sel atau jumlah pori-pori, kadar air dan zat ekstraktif. Berat suatu kayu tergantung dari berat jenisnya.
Kelas berat Kayu Berat Jenis Contoh
sangat berat > 0,90 kayu giam, balau
Berat 0,75 – 0,90 Kulim
Agak berat 0,60 – 0,75 Bintangur
Ringan < 0,60 balsa, pinu
Kekerasan Kayu.
Kekerasan kayu berhubungan dengan berat dan berat jenis kayu. Contoh kayu yang sangat keras : balau, giam, kayu besi, dll. Kayu keras, yaitu kulim, pilang, dll. Kayu sedang, yaitu : mahoni, meranti, dll. Kayu lunak, yaitu : pinus, balsa, dll.
Kepadatan/kerapatan kayu,
kepadatan kayu yaitu perbandingan antara berat kering oven dengan isi (volume) dari sepotong kayu. Kepadatan kayu mempengaruhi kekuatan kayu. Kepadatan kayu tergantung dari banyaknya dinding sel pada tiap satuan isi. Makin banyak selnya, dinding selnya banyak sehingga kepadatannya tinggi maka kekuatannya juga tinggi. Contoh : kayu gubal susunan selnya masih renggang sehingga kekuatannya lebih rendah dibandingkan kayu teras.
Sifat mengembang dan menyusut
Kayu akan mengembang bila kadar airnya naik dan menyusut bila kadar airnya berkurang. Besarnya pengembangan dan penyusutan tidak sama pada semua arah. Rata-rata besarnya pengembangan dan penyusutan pada arah tangensial : 4-14%, arah radial : 2 – 8 %, arah axial : 0,1 – 0,2 %.
Sifat mekanik kayu meliputi :
1. Kuat tarik, yaitu kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu itu. Kuat tarik kayu sejajar serat lebih besar dibandingkan kuat tarik tegak lurus serat.
2. Kuat tekan, yaitu kemampuan kayu dalam menahan beban tekan. Kuat tekan sejajar serat biasanya lebih besar dari kuat tekan tegak lurus serat.
3. Kuat geser, yaitu kemampuan kayu dalam menahan beban geser. Kuat geser sejajar serat biasanya lebih kecil dari kuat geser tegak lurus serat.
4. Kuat Lentur, yaitu kemampuan kayu dalam menahan beban lentur.
5. Kuat belah, yaitu kemampuan kayu dalam menahan beban yang berusaha membelah kayu.
Created by: ILMUSIPIL.COM
Berat Jenis kayu
Kayu memiliki berat jenis yang berbeda-beda, antara 0,2 (kayu balsa) sampai 1,28 (kayu nani). Berat jenis merupkan petunjuk untuk menentukan sifat-sifat kayu. Makin berat kayu itu, kekuatan kayu makin besar. Makin ringan kayu itu, kekuatannya juga makin kecil. Berat jenis tergantung oleh tebal dinding sel, kecilnya rongga sel yang membentuk pori-pori.
Keawetan alami kayu.
Keawetan alami kayu berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Keawetan kayu disebabkan oleh adanya suatu zat di dalam kayu (zat ekstraktif) yang merupakan sebagian unsur racun bagi perusak kayu.
Warna kayu.
Warna suatu jenis kayu dipengaruhi oleh : tempat di dalam batang, umur pohon dan kelembaban udara.
Higroskopik
Higroskopik yaitu sifat dapat menyerap atau melepaskan air atau kelembaban. Makin lembab udara sekitar, kayu juga semakin lembab. Masuknya air ke dalam kayu menyebabkan berat kayu bertambah. Sifat ini berhubungan dengan sifat mengembang dan menyusut kayu.
Tekstur kayu
Tekstur kayu yaitu ukuran relatif dari sel-sel kayu. Menurut teksturnya, kayu dibedakan menjadi :
*Kayu bertekstur halus, contohnya kayu giam, lara, kulim, dll.
*Kayu bertekstur sedang, contohnya kayu jati, sonokeling, dll.
*Kayu bertekstur kasar, contohnya kayu kempas, meranti, dll.
Berat kayu.
Berat suatu jenis kayu tergantung dari jumlah zat kayu yang tersusun, rongga-rongga sel atau jumlah pori-pori, kadar air dan zat ekstraktif. Berat suatu kayu tergantung dari berat jenisnya.
Kelas berat Kayu Berat Jenis Contoh
sangat berat > 0,90 kayu giam, balau
Berat 0,75 – 0,90 Kulim
Agak berat 0,60 – 0,75 Bintangur
Ringan < 0,60 balsa, pinu
Kekerasan Kayu.
Kekerasan kayu berhubungan dengan berat dan berat jenis kayu. Contoh kayu yang sangat keras : balau, giam, kayu besi, dll. Kayu keras, yaitu kulim, pilang, dll. Kayu sedang, yaitu : mahoni, meranti, dll. Kayu lunak, yaitu : pinus, balsa, dll.
Kepadatan/kerapatan kayu,
kepadatan kayu yaitu perbandingan antara berat kering oven dengan isi (volume) dari sepotong kayu. Kepadatan kayu mempengaruhi kekuatan kayu. Kepadatan kayu tergantung dari banyaknya dinding sel pada tiap satuan isi. Makin banyak selnya, dinding selnya banyak sehingga kepadatannya tinggi maka kekuatannya juga tinggi. Contoh : kayu gubal susunan selnya masih renggang sehingga kekuatannya lebih rendah dibandingkan kayu teras.
Sifat mengembang dan menyusut
Kayu akan mengembang bila kadar airnya naik dan menyusut bila kadar airnya berkurang. Besarnya pengembangan dan penyusutan tidak sama pada semua arah. Rata-rata besarnya pengembangan dan penyusutan pada arah tangensial : 4-14%, arah radial : 2 – 8 %, arah axial : 0,1 – 0,2 %.
Sifat mekanik kayu meliputi :
1. Kuat tarik, yaitu kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu itu. Kuat tarik kayu sejajar serat lebih besar dibandingkan kuat tarik tegak lurus serat.
2. Kuat tekan, yaitu kemampuan kayu dalam menahan beban tekan. Kuat tekan sejajar serat biasanya lebih besar dari kuat tekan tegak lurus serat.
3. Kuat geser, yaitu kemampuan kayu dalam menahan beban geser. Kuat geser sejajar serat biasanya lebih kecil dari kuat geser tegak lurus serat.
4. Kuat Lentur, yaitu kemampuan kayu dalam menahan beban lentur.
5. Kuat belah, yaitu kemampuan kayu dalam menahan beban yang berusaha membelah kayu.
Created by: ILMUSIPIL.COM
Cara Menghitung Baja (ilmusipil.com)
Tipe – tipe Baja Struktural Beserta Propertiesnya
Jenis Baja Tegangan putus minimum, fu (Mpa) Tegangan leleh minimum, Fy (Mpa) Peregangan Minimum (%)
BJ 34 340 210 22
BJ 37 370 240 20
BJ41 410 250 18
BJ 50 500 290 16
BJ 55 550 410 13
Perencanaan Struktur Baja yang memikul gaya tarik aksial
Simbol yang digunakan :
Nu = Gaya aksial ultimate (maksimum)
Nn = Gaya aksial nominal (gaya aksial ultimate yang telah dikalikan faktor koreksi)
Untuk memikul gaya aksial, ada 2 kondisi kritis yang menjadi acuan perhitungan, yaitu :
Kondisi Failure akibat kondisi leleh
Untuk kondisi ini, maka faktor koreksi yang digunakan adalah ɸ = 0.9 dan Nu =Ag.Fy, sehingga :
Nn = ɸ x Nu
Nn = 0.9 x Ag x Fy
Dimana : Ag = Luas kotor penampang Baja
Fy = Tegangan yield (leleh) baja.
Kondisi Failure akibat terjadinya Fraktur
Untuk kondisi ini, maka faktor koreksi yang digunakan adalah ɸ = 0.75 dan Nu =Ae.Fu sehingga :
Nn = ɸ x Nu
Nn = 0.75 x Ae x Fu
Dimana : Ae = Luas efektif penampang Baja
Fu = Tegangan ultimate baja.
Secara singkat, hitung saja nilai dari kedua rumus di atas dan diambil nilai yang terkecil. Permasalahan yang mungkin timbul adalah bagaimana menentukan luas kotor dan luas efektif dari suatu penampang. Luas kotor dan luas efektif mungkin timbul bila pada penampang terdapat sambungan yang mengurangi luasan penampang, misal sambungan baut.
Luas Bruto (Kotor) Penampang Baja.
Yang dimaksud dengan luas kotor penampang baja adalah luasan penampang baja total tanpa memperhitungkan adanya pengurangan luas penampang akibat lubang baut.
Luas Efektif Penampang Baja.
Yang dimaksud dengan luas efektif penampang baja adalah luasan penampang baja dikurangi dengan luasan penampang lubang untuk baut.
Melakukan perhitungan luas efektif Baja bergantung pada jenis – jenis sambungannya. Sambungan yang dapat digunakan antara lain sambungan baut dan sambungan las. Namun pada prinsipnya luas penampang efektif, Ae , besarnya adalah luas penampang total, A , dikalikan dengan faktor reduksi, U. Atau secara matematis ditulis sebagai berikut :
Ae = A x U
Untuk Sambungan Baut :
Pada prinsipnya jika terdapat beberapa lubang baut pada pelat, kita harus memperkirakan bentuk patahan yang mungkin terjadi. Contoh kasusnya seperti ini :
patahan 1-2-3
tutorial-struktur-baja
Dari gambar di atas, ada tiga buah lubang baut yaitu lubang 1 ,lubang 2 dan lubang 3. Model patahan yang mungkin muncul adalah 1 – 3, atau 1 – 2 – 3 (perhatikan jalur patahannya).
Rumus umum yang digunakan untuk kasus semacam ini adalah :
Ae = Ag – n x d x t – Σ (s2 x t/4u)
Untuk patahan 1 – 3, nilai s = 0 sehingga Ae = Ag – n x d x t.
Dimana : d adalah diameter lubang, t adalah tebal pelat dan n adalah banyaknya lubang baut.
Catatan : dalam SNI ditentukan bahwa luas total seluruh lubang baut tidak boleh melebihi 15% dari luas penampang utuh.
Untuk memahami darimana rumus ini diperoleh, kita harus mengamati penampang dari pelat tersebut. Bila digambarkan penampang pelat tersebut, kira-kira seperti ini :
perhitungan-baja
Dari gambar penampang pelat di atas terlihat bahwa luas efektif pelat adalah luas kotor penampang baja dikurangi dengan luas lubang (daerah putus – putus, diasumsikan persegi panjang) yaitu sebesar n x d x t.
Untuk Sambungan Las (Welding)
Jika l > 2w, maka U = 1
Jika 2w > l > 1.5w, maka U = 0.87
Jika 1.5w > l > w, maka U = 0.75
Dimana l adalah panjang las dan w adalah lebar pelat.
Sekian tutorial singkat mengenai perhitungan kapasitas aksial (tarik) penampang Baja. Komentar dan kritik akan saya terima dengan terbuka
Untuk perhitungan baja, masih ada tentang kapasitas penampang untuk menerima gaya momen lentur, gaya tekan, dan kombinasi gaya. Untuk lebih jelasnya akan saya coba susun dalam tutorial berikutnya.
Posted by:ilmusipil.com
Jenis Baja Tegangan putus minimum, fu (Mpa) Tegangan leleh minimum, Fy (Mpa) Peregangan Minimum (%)
BJ 34 340 210 22
BJ 37 370 240 20
BJ41 410 250 18
BJ 50 500 290 16
BJ 55 550 410 13
Perencanaan Struktur Baja yang memikul gaya tarik aksial
Simbol yang digunakan :
Nu = Gaya aksial ultimate (maksimum)
Nn = Gaya aksial nominal (gaya aksial ultimate yang telah dikalikan faktor koreksi)
Untuk memikul gaya aksial, ada 2 kondisi kritis yang menjadi acuan perhitungan, yaitu :
Kondisi Failure akibat kondisi leleh
Untuk kondisi ini, maka faktor koreksi yang digunakan adalah ɸ = 0.9 dan Nu =Ag.Fy, sehingga :
Nn = ɸ x Nu
Nn = 0.9 x Ag x Fy
Dimana : Ag = Luas kotor penampang Baja
Fy = Tegangan yield (leleh) baja.
Kondisi Failure akibat terjadinya Fraktur
Untuk kondisi ini, maka faktor koreksi yang digunakan adalah ɸ = 0.75 dan Nu =Ae.Fu sehingga :
Nn = ɸ x Nu
Nn = 0.75 x Ae x Fu
Dimana : Ae = Luas efektif penampang Baja
Fu = Tegangan ultimate baja.
Secara singkat, hitung saja nilai dari kedua rumus di atas dan diambil nilai yang terkecil. Permasalahan yang mungkin timbul adalah bagaimana menentukan luas kotor dan luas efektif dari suatu penampang. Luas kotor dan luas efektif mungkin timbul bila pada penampang terdapat sambungan yang mengurangi luasan penampang, misal sambungan baut.
Luas Bruto (Kotor) Penampang Baja.
Yang dimaksud dengan luas kotor penampang baja adalah luasan penampang baja total tanpa memperhitungkan adanya pengurangan luas penampang akibat lubang baut.
Luas Efektif Penampang Baja.
Yang dimaksud dengan luas efektif penampang baja adalah luasan penampang baja dikurangi dengan luasan penampang lubang untuk baut.
Melakukan perhitungan luas efektif Baja bergantung pada jenis – jenis sambungannya. Sambungan yang dapat digunakan antara lain sambungan baut dan sambungan las. Namun pada prinsipnya luas penampang efektif, Ae , besarnya adalah luas penampang total, A , dikalikan dengan faktor reduksi, U. Atau secara matematis ditulis sebagai berikut :
Ae = A x U
Untuk Sambungan Baut :
Pada prinsipnya jika terdapat beberapa lubang baut pada pelat, kita harus memperkirakan bentuk patahan yang mungkin terjadi. Contoh kasusnya seperti ini :
patahan 1-2-3
tutorial-struktur-baja
Dari gambar di atas, ada tiga buah lubang baut yaitu lubang 1 ,lubang 2 dan lubang 3. Model patahan yang mungkin muncul adalah 1 – 3, atau 1 – 2 – 3 (perhatikan jalur patahannya).
Rumus umum yang digunakan untuk kasus semacam ini adalah :
Ae = Ag – n x d x t – Σ (s2 x t/4u)
Untuk patahan 1 – 3, nilai s = 0 sehingga Ae = Ag – n x d x t.
Dimana : d adalah diameter lubang, t adalah tebal pelat dan n adalah banyaknya lubang baut.
Catatan : dalam SNI ditentukan bahwa luas total seluruh lubang baut tidak boleh melebihi 15% dari luas penampang utuh.
Untuk memahami darimana rumus ini diperoleh, kita harus mengamati penampang dari pelat tersebut. Bila digambarkan penampang pelat tersebut, kira-kira seperti ini :
perhitungan-baja
Dari gambar penampang pelat di atas terlihat bahwa luas efektif pelat adalah luas kotor penampang baja dikurangi dengan luas lubang (daerah putus – putus, diasumsikan persegi panjang) yaitu sebesar n x d x t.
Untuk Sambungan Las (Welding)
Jika l > 2w, maka U = 1
Jika 2w > l > 1.5w, maka U = 0.87
Jika 1.5w > l > w, maka U = 0.75
Dimana l adalah panjang las dan w adalah lebar pelat.
Sekian tutorial singkat mengenai perhitungan kapasitas aksial (tarik) penampang Baja. Komentar dan kritik akan saya terima dengan terbuka
Untuk perhitungan baja, masih ada tentang kapasitas penampang untuk menerima gaya momen lentur, gaya tekan, dan kombinasi gaya. Untuk lebih jelasnya akan saya coba susun dalam tutorial berikutnya.
Posted by:ilmusipil.com
Cara Menghitung Baja (ilmusipil.com)
Tipe – tipe Baja Struktural Beserta Propertiesnya
Jenis Baja Tegangan putus minimum, fu (Mpa) Tegangan leleh minimum, Fy (Mpa) Peregangan Minimum (%)
BJ 34 340 210 22
BJ 37 370 240 20
BJ41 410 250 18
BJ 50 500 290 16
BJ 55 550 410 13
Perencanaan Struktur Baja yang memikul gaya tarik aksial
Simbol yang digunakan :
Nu = Gaya aksial ultimate (maksimum)
Nn = Gaya aksial nominal (gaya aksial ultimate yang telah dikalikan faktor koreksi)
Untuk memikul gaya aksial, ada 2 kondisi kritis yang menjadi acuan perhitungan, yaitu :
Kondisi Failure akibat kondisi leleh
Untuk kondisi ini, maka faktor koreksi yang digunakan adalah ɸ = 0.9 dan Nu =Ag.Fy, sehingga :
Nn = ɸ x Nu
Nn = 0.9 x Ag x Fy
Dimana : Ag = Luas kotor penampang Baja
Fy = Tegangan yield (leleh) baja.
Kondisi Failure akibat terjadinya Fraktur
Untuk kondisi ini, maka faktor koreksi yang digunakan adalah ɸ = 0.75 dan Nu =Ae.Fu sehingga :
Nn = ɸ x Nu
Nn = 0.75 x Ae x Fu
Dimana : Ae = Luas efektif penampang Baja
Fu = Tegangan ultimate baja.
Secara singkat, hitung saja nilai dari kedua rumus di atas dan diambil nilai yang terkecil. Permasalahan yang mungkin timbul adalah bagaimana menentukan luas kotor dan luas efektif dari suatu penampang. Luas kotor dan luas efektif mungkin timbul bila pada penampang terdapat sambungan yang mengurangi luasan penampang, misal sambungan baut.
Luas Bruto (Kotor) Penampang Baja.
Yang dimaksud dengan luas kotor penampang baja adalah luasan penampang baja total tanpa memperhitungkan adanya pengurangan luas penampang akibat lubang baut.
Luas Efektif Penampang Baja.
Yang dimaksud dengan luas efektif penampang baja adalah luasan penampang baja dikurangi dengan luasan penampang lubang untuk baut.
Melakukan perhitungan luas efektif Baja bergantung pada jenis – jenis sambungannya. Sambungan yang dapat digunakan antara lain sambungan baut dan sambungan las. Namun pada prinsipnya luas penampang efektif, Ae , besarnya adalah luas penampang total, A , dikalikan dengan faktor reduksi, U. Atau secara matematis ditulis sebagai berikut :
Ae = A x U
Untuk Sambungan Baut :
Pada prinsipnya jika terdapat beberapa lubang baut pada pelat, kita harus memperkirakan bentuk patahan yang mungkin terjadi. Contoh kasusnya seperti ini :
patahan 1-2-3
tutorial-struktur-baja
Dari gambar di atas, ada tiga buah lubang baut yaitu lubang 1 ,lubang 2 dan lubang 3. Model patahan yang mungkin muncul adalah 1 – 3, atau 1 – 2 – 3 (perhatikan jalur patahannya).
Rumus umum yang digunakan untuk kasus semacam ini adalah :
Ae = Ag – n x d x t – Σ (s2 x t/4u)
Untuk patahan 1 – 3, nilai s = 0 sehingga Ae = Ag – n x d x t.
Dimana : d adalah diameter lubang, t adalah tebal pelat dan n adalah banyaknya lubang baut.
Catatan : dalam SNI ditentukan bahwa luas total seluruh lubang baut tidak boleh melebihi 15% dari luas penampang utuh.
Untuk memahami darimana rumus ini diperoleh, kita harus mengamati penampang dari pelat tersebut. Bila digambarkan penampang pelat tersebut, kira-kira seperti ini :
perhitungan-baja
Dari gambar penampang pelat di atas terlihat bahwa luas efektif pelat adalah luas kotor penampang baja dikurangi dengan luas lubang (daerah putus – putus, diasumsikan persegi panjang) yaitu sebesar n x d x t.
Untuk Sambungan Las (Welding)
Jika l > 2w, maka U = 1
Jika 2w > l > 1.5w, maka U = 0.87
Jika 1.5w > l > w, maka U = 0.75
Dimana l adalah panjang las dan w adalah lebar pelat.
Sekian tutorial singkat mengenai perhitungan kapasitas aksial (tarik) penampang Baja. Komentar dan kritik akan saya terima dengan terbuka
Untuk perhitungan baja, masih ada tentang kapasitas penampang untuk menerima gaya momen lentur, gaya tekan, dan kombinasi gaya. Untuk lebih jelasnya akan saya coba susun dalam tutorial berikutnya.
Posted by:ilmusipil.com
Jenis Baja Tegangan putus minimum, fu (Mpa) Tegangan leleh minimum, Fy (Mpa) Peregangan Minimum (%)
BJ 34 340 210 22
BJ 37 370 240 20
BJ41 410 250 18
BJ 50 500 290 16
BJ 55 550 410 13
Perencanaan Struktur Baja yang memikul gaya tarik aksial
Simbol yang digunakan :
Nu = Gaya aksial ultimate (maksimum)
Nn = Gaya aksial nominal (gaya aksial ultimate yang telah dikalikan faktor koreksi)
Untuk memikul gaya aksial, ada 2 kondisi kritis yang menjadi acuan perhitungan, yaitu :
Kondisi Failure akibat kondisi leleh
Untuk kondisi ini, maka faktor koreksi yang digunakan adalah ɸ = 0.9 dan Nu =Ag.Fy, sehingga :
Nn = ɸ x Nu
Nn = 0.9 x Ag x Fy
Dimana : Ag = Luas kotor penampang Baja
Fy = Tegangan yield (leleh) baja.
Kondisi Failure akibat terjadinya Fraktur
Untuk kondisi ini, maka faktor koreksi yang digunakan adalah ɸ = 0.75 dan Nu =Ae.Fu sehingga :
Nn = ɸ x Nu
Nn = 0.75 x Ae x Fu
Dimana : Ae = Luas efektif penampang Baja
Fu = Tegangan ultimate baja.
Secara singkat, hitung saja nilai dari kedua rumus di atas dan diambil nilai yang terkecil. Permasalahan yang mungkin timbul adalah bagaimana menentukan luas kotor dan luas efektif dari suatu penampang. Luas kotor dan luas efektif mungkin timbul bila pada penampang terdapat sambungan yang mengurangi luasan penampang, misal sambungan baut.
Luas Bruto (Kotor) Penampang Baja.
Yang dimaksud dengan luas kotor penampang baja adalah luasan penampang baja total tanpa memperhitungkan adanya pengurangan luas penampang akibat lubang baut.
Luas Efektif Penampang Baja.
Yang dimaksud dengan luas efektif penampang baja adalah luasan penampang baja dikurangi dengan luasan penampang lubang untuk baut.
Melakukan perhitungan luas efektif Baja bergantung pada jenis – jenis sambungannya. Sambungan yang dapat digunakan antara lain sambungan baut dan sambungan las. Namun pada prinsipnya luas penampang efektif, Ae , besarnya adalah luas penampang total, A , dikalikan dengan faktor reduksi, U. Atau secara matematis ditulis sebagai berikut :
Ae = A x U
Untuk Sambungan Baut :
Pada prinsipnya jika terdapat beberapa lubang baut pada pelat, kita harus memperkirakan bentuk patahan yang mungkin terjadi. Contoh kasusnya seperti ini :
patahan 1-2-3
tutorial-struktur-baja
Dari gambar di atas, ada tiga buah lubang baut yaitu lubang 1 ,lubang 2 dan lubang 3. Model patahan yang mungkin muncul adalah 1 – 3, atau 1 – 2 – 3 (perhatikan jalur patahannya).
Rumus umum yang digunakan untuk kasus semacam ini adalah :
Ae = Ag – n x d x t – Σ (s2 x t/4u)
Untuk patahan 1 – 3, nilai s = 0 sehingga Ae = Ag – n x d x t.
Dimana : d adalah diameter lubang, t adalah tebal pelat dan n adalah banyaknya lubang baut.
Catatan : dalam SNI ditentukan bahwa luas total seluruh lubang baut tidak boleh melebihi 15% dari luas penampang utuh.
Untuk memahami darimana rumus ini diperoleh, kita harus mengamati penampang dari pelat tersebut. Bila digambarkan penampang pelat tersebut, kira-kira seperti ini :
perhitungan-baja
Dari gambar penampang pelat di atas terlihat bahwa luas efektif pelat adalah luas kotor penampang baja dikurangi dengan luas lubang (daerah putus – putus, diasumsikan persegi panjang) yaitu sebesar n x d x t.
Untuk Sambungan Las (Welding)
Jika l > 2w, maka U = 1
Jika 2w > l > 1.5w, maka U = 0.87
Jika 1.5w > l > w, maka U = 0.75
Dimana l adalah panjang las dan w adalah lebar pelat.
Sekian tutorial singkat mengenai perhitungan kapasitas aksial (tarik) penampang Baja. Komentar dan kritik akan saya terima dengan terbuka
Untuk perhitungan baja, masih ada tentang kapasitas penampang untuk menerima gaya momen lentur, gaya tekan, dan kombinasi gaya. Untuk lebih jelasnya akan saya coba susun dalam tutorial berikutnya.
Posted by:ilmusipil.com
Perhitungan Struktur Bangunan
Secara garis besar sebuah perencanaan struktur bangunan merupakan pencarian dimensi yang tepat untuk digunakan pada bentuk bangunan yang sudah didesain sebelumnya, perhitungan struktur bangunan meliputi: perhitungan struktur atap, struktur plat lantai, struktur kolom, struktur pondasi da struktur tangga serta konstruksi pelengkap jika diperlukan.
Perhitungan Struktur Rangka Atap
Perencanaan Stuktur Atap ini direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas
gording baja profil C (kanal). Struktur rangka atap direncanakan memakai
rangka baja profil dobel siku.
Data teknis
* Bentang kuda- kuda (L) : 20 m
* Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) : 3,354 m
* Kemiringan atap ( α ) : 45°
* Penutup atap : genteng (50 kg/m²)
* Sambungan konstruksi : baut (BJ 37)
* Mutu baja profil siku : BJH 37
* Tegangan dasar baja (σd) : 1600 kg/cm²
* Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai : Kelas kuat II
* Koefisien angin pantai : 40 kg/m²
* Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm²
berapa dimensi usuk yang dibutuhkan?
Perencanaan Reng
Pembebanan Reng
* Berat genting (gt) = 50 kg/m²
* Jarak reng (Jr) = 0,25 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Berapa dimensi reng yang dibutuhkan?
Perencanaan Usuk
Pembebanan Usuk
* Berat genting (gt) = 50 kg/m3
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Perencanaan Gording
Pembebanan gording
* Jarak antar balok (l) = 3,354 m
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak plapon (Jp) = 1,50 m
* Berat sendiri gording ditafsir (ggd) = 5,93 kg/m
* Berat sendiri plapon (gp) = 18 kg/m
Berapa dimensi gording yang dibutuhkan?
Perhitungan Struktur Plat
Data teknis :
* Mutu beton (fc) = 22,5 MPa
* Mutu baja (fy) = 240 MPa
* Beban lantai tribun (qLL) = 5 kN/m2
* Beban tangga (qt) = 3 kN/m2
* Selimut beton (p) = 20 mm = 0,02 m
* Berat satuan spesi/ adukan = 0,21 kN/m2
* Berat keramik = 0,24 kN/m2
* Berat satuan eternit = 0,11 kN/m2
* Berat satuan penggantung = 0,07 kN/m2
* Berat satuan beton bertulang = 24 kN/m3
berapa tebal plat lantai yang dibutuhkan?
contoh data-data teknis diatas merupakan data yang kita butuhkan sebelum melakukan proses perhitungan perencanaan struktur, data tersebut dapatkita peroleh dari SNI (Standar Nasioal Indonesia) , Produser bahan, Desain bangunan, PBI dll.
Posted by:ILMUSIPIL.COM
Perhitungan Struktur Rangka Atap
Perencanaan Stuktur Atap ini direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas
gording baja profil C (kanal). Struktur rangka atap direncanakan memakai
rangka baja profil dobel siku.
Data teknis
* Bentang kuda- kuda (L) : 20 m
* Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) : 3,354 m
* Kemiringan atap ( α ) : 45°
* Penutup atap : genteng (50 kg/m²)
* Sambungan konstruksi : baut (BJ 37)
* Mutu baja profil siku : BJH 37
* Tegangan dasar baja (σd) : 1600 kg/cm²
* Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai : Kelas kuat II
* Koefisien angin pantai : 40 kg/m²
* Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm²
berapa dimensi usuk yang dibutuhkan?
Perencanaan Reng
Pembebanan Reng
* Berat genting (gt) = 50 kg/m²
* Jarak reng (Jr) = 0,25 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Berapa dimensi reng yang dibutuhkan?
Perencanaan Usuk
Pembebanan Usuk
* Berat genting (gt) = 50 kg/m3
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Perencanaan Gording
Pembebanan gording
* Jarak antar balok (l) = 3,354 m
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak plapon (Jp) = 1,50 m
* Berat sendiri gording ditafsir (ggd) = 5,93 kg/m
* Berat sendiri plapon (gp) = 18 kg/m
Berapa dimensi gording yang dibutuhkan?
Perhitungan Struktur Plat
Data teknis :
* Mutu beton (fc) = 22,5 MPa
* Mutu baja (fy) = 240 MPa
* Beban lantai tribun (qLL) = 5 kN/m2
* Beban tangga (qt) = 3 kN/m2
* Selimut beton (p) = 20 mm = 0,02 m
* Berat satuan spesi/ adukan = 0,21 kN/m2
* Berat keramik = 0,24 kN/m2
* Berat satuan eternit = 0,11 kN/m2
* Berat satuan penggantung = 0,07 kN/m2
* Berat satuan beton bertulang = 24 kN/m3
berapa tebal plat lantai yang dibutuhkan?
contoh data-data teknis diatas merupakan data yang kita butuhkan sebelum melakukan proses perhitungan perencanaan struktur, data tersebut dapatkita peroleh dari SNI (Standar Nasioal Indonesia) , Produser bahan, Desain bangunan, PBI dll.
Posted by:ILMUSIPIL.COM
Perhitungan Struktur Bangunan
Secara garis besar sebuah perencanaan struktur bangunan merupakan pencarian dimensi yang tepat untuk digunakan pada bentuk bangunan yang sudah didesain sebelumnya, perhitungan struktur bangunan meliputi: perhitungan struktur atap, struktur plat lantai, struktur kolom, struktur pondasi da struktur tangga serta konstruksi pelengkap jika diperlukan.
Perhitungan Struktur Rangka Atap
Perencanaan Stuktur Atap ini direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas
gording baja profil C (kanal). Struktur rangka atap direncanakan memakai
rangka baja profil dobel siku.
Data teknis
* Bentang kuda- kuda (L) : 20 m
* Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) : 3,354 m
* Kemiringan atap ( α ) : 45°
* Penutup atap : genteng (50 kg/m²)
* Sambungan konstruksi : baut (BJ 37)
* Mutu baja profil siku : BJH 37
* Tegangan dasar baja (σd) : 1600 kg/cm²
* Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai : Kelas kuat II
* Koefisien angin pantai : 40 kg/m²
* Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm²
berapa dimensi usuk yang dibutuhkan?
Perencanaan Reng
Pembebanan Reng
* Berat genting (gt) = 50 kg/m²
* Jarak reng (Jr) = 0,25 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Berapa dimensi reng yang dibutuhkan?
Perencanaan Usuk
Pembebanan Usuk
* Berat genting (gt) = 50 kg/m3
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Perencanaan Gording
Pembebanan gording
* Jarak antar balok (l) = 3,354 m
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak plapon (Jp) = 1,50 m
* Berat sendiri gording ditafsir (ggd) = 5,93 kg/m
* Berat sendiri plapon (gp) = 18 kg/m
Berapa dimensi gording yang dibutuhkan?
Perhitungan Struktur Plat
Data teknis :
* Mutu beton (fc) = 22,5 MPa
* Mutu baja (fy) = 240 MPa
* Beban lantai tribun (qLL) = 5 kN/m2
* Beban tangga (qt) = 3 kN/m2
* Selimut beton (p) = 20 mm = 0,02 m
* Berat satuan spesi/ adukan = 0,21 kN/m2
* Berat keramik = 0,24 kN/m2
* Berat satuan eternit = 0,11 kN/m2
* Berat satuan penggantung = 0,07 kN/m2
* Berat satuan beton bertulang = 24 kN/m3
berapa tebal plat lantai yang dibutuhkan?
contoh data-data teknis diatas merupakan data yang kita butuhkan sebelum melakukan proses perhitungan perencanaan struktur, data tersebut dapatkita peroleh dari SNI (Standar Nasioal Indonesia) , Produser bahan, Desain bangunan, PBI dll.
Posted by:ILMUSIPIL.COM
Perhitungan Struktur Rangka Atap
Perencanaan Stuktur Atap ini direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas
gording baja profil C (kanal). Struktur rangka atap direncanakan memakai
rangka baja profil dobel siku.
Data teknis
* Bentang kuda- kuda (L) : 20 m
* Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) : 3,354 m
* Kemiringan atap ( α ) : 45°
* Penutup atap : genteng (50 kg/m²)
* Sambungan konstruksi : baut (BJ 37)
* Mutu baja profil siku : BJH 37
* Tegangan dasar baja (σd) : 1600 kg/cm²
* Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai : Kelas kuat II
* Koefisien angin pantai : 40 kg/m²
* Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm²
berapa dimensi usuk yang dibutuhkan?
Perencanaan Reng
Pembebanan Reng
* Berat genting (gt) = 50 kg/m²
* Jarak reng (Jr) = 0,25 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Berapa dimensi reng yang dibutuhkan?
Perencanaan Usuk
Pembebanan Usuk
* Berat genting (gt) = 50 kg/m3
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Perencanaan Gording
Pembebanan gording
* Jarak antar balok (l) = 3,354 m
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak plapon (Jp) = 1,50 m
* Berat sendiri gording ditafsir (ggd) = 5,93 kg/m
* Berat sendiri plapon (gp) = 18 kg/m
Berapa dimensi gording yang dibutuhkan?
Perhitungan Struktur Plat
Data teknis :
* Mutu beton (fc) = 22,5 MPa
* Mutu baja (fy) = 240 MPa
* Beban lantai tribun (qLL) = 5 kN/m2
* Beban tangga (qt) = 3 kN/m2
* Selimut beton (p) = 20 mm = 0,02 m
* Berat satuan spesi/ adukan = 0,21 kN/m2
* Berat keramik = 0,24 kN/m2
* Berat satuan eternit = 0,11 kN/m2
* Berat satuan penggantung = 0,07 kN/m2
* Berat satuan beton bertulang = 24 kN/m3
berapa tebal plat lantai yang dibutuhkan?
contoh data-data teknis diatas merupakan data yang kita butuhkan sebelum melakukan proses perhitungan perencanaan struktur, data tersebut dapatkita peroleh dari SNI (Standar Nasioal Indonesia) , Produser bahan, Desain bangunan, PBI dll.
Posted by:ILMUSIPIL.COM
Perhitungan Struktur Bangunan
Secara garis besar sebuah perencanaan struktur bangunan merupakan pencarian dimensi yang tepat untuk digunakan pada bentuk bangunan yang sudah didesain sebelumnya, perhitungan struktur bangunan meliputi: perhitungan struktur atap, struktur plat lantai, struktur kolom, struktur pondasi da struktur tangga serta konstruksi pelengkap jika diperlukan.
Perhitungan Struktur Rangka Atap
Perencanaan Stuktur Atap ini direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas
gording baja profil C (kanal). Struktur rangka atap direncanakan memakai
rangka baja profil dobel siku.
Data teknis
* Bentang kuda- kuda (L) : 20 m
* Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) : 3,354 m
* Kemiringan atap ( α ) : 45°
* Penutup atap : genteng (50 kg/m²)
* Sambungan konstruksi : baut (BJ 37)
* Mutu baja profil siku : BJH 37
* Tegangan dasar baja (σd) : 1600 kg/cm²
* Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai : Kelas kuat II
* Koefisien angin pantai : 40 kg/m²
* Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm²
berapa dimensi usuk yang dibutuhkan?
Perencanaan Reng
Pembebanan Reng
* Berat genting (gt) = 50 kg/m²
* Jarak reng (Jr) = 0,25 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Berapa dimensi reng yang dibutuhkan?
Perencanaan Usuk
Pembebanan Usuk
* Berat genting (gt) = 50 kg/m3
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Perencanaan Gording
Pembebanan gording
* Jarak antar balok (l) = 3,354 m
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak plapon (Jp) = 1,50 m
* Berat sendiri gording ditafsir (ggd) = 5,93 kg/m
* Berat sendiri plapon (gp) = 18 kg/m
Berapa dimensi gording yang dibutuhkan?
Perhitungan Struktur Plat
Data teknis :
* Mutu beton (fc) = 22,5 MPa
* Mutu baja (fy) = 240 MPa
* Beban lantai tribun (qLL) = 5 kN/m2
* Beban tangga (qt) = 3 kN/m2
* Selimut beton (p) = 20 mm = 0,02 m
* Berat satuan spesi/ adukan = 0,21 kN/m2
* Berat keramik = 0,24 kN/m2
* Berat satuan eternit = 0,11 kN/m2
* Berat satuan penggantung = 0,07 kN/m2
* Berat satuan beton bertulang = 24 kN/m3
berapa tebal plat lantai yang dibutuhkan?
contoh data-data teknis diatas merupakan data yang kita butuhkan sebelum melakukan proses perhitungan perencanaan struktur, data tersebut dapatkita peroleh dari SNI (Standar Nasioal Indonesia) , Produser bahan, Desain bangunan, PBI dll.
Posted by:ILMUSIPIL.COM
Perhitungan Struktur Rangka Atap
Perencanaan Stuktur Atap ini direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas
gording baja profil C (kanal). Struktur rangka atap direncanakan memakai
rangka baja profil dobel siku.
Data teknis
* Bentang kuda- kuda (L) : 20 m
* Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) : 3,354 m
* Kemiringan atap ( α ) : 45°
* Penutup atap : genteng (50 kg/m²)
* Sambungan konstruksi : baut (BJ 37)
* Mutu baja profil siku : BJH 37
* Tegangan dasar baja (σd) : 1600 kg/cm²
* Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai : Kelas kuat II
* Koefisien angin pantai : 40 kg/m²
* Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm²
berapa dimensi usuk yang dibutuhkan?
Perencanaan Reng
Pembebanan Reng
* Berat genting (gt) = 50 kg/m²
* Jarak reng (Jr) = 0,25 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Berapa dimensi reng yang dibutuhkan?
Perencanaan Usuk
Pembebanan Usuk
* Berat genting (gt) = 50 kg/m3
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak usuk (Ju) = 0,5 m
Perencanaan Gording
Pembebanan gording
* Jarak antar balok (l) = 3,354 m
* Jarak gording (Jgd) = 1,665 m
* Jarak plapon (Jp) = 1,50 m
* Berat sendiri gording ditafsir (ggd) = 5,93 kg/m
* Berat sendiri plapon (gp) = 18 kg/m
Berapa dimensi gording yang dibutuhkan?
Perhitungan Struktur Plat
Data teknis :
* Mutu beton (fc) = 22,5 MPa
* Mutu baja (fy) = 240 MPa
* Beban lantai tribun (qLL) = 5 kN/m2
* Beban tangga (qt) = 3 kN/m2
* Selimut beton (p) = 20 mm = 0,02 m
* Berat satuan spesi/ adukan = 0,21 kN/m2
* Berat keramik = 0,24 kN/m2
* Berat satuan eternit = 0,11 kN/m2
* Berat satuan penggantung = 0,07 kN/m2
* Berat satuan beton bertulang = 24 kN/m3
berapa tebal plat lantai yang dibutuhkan?
contoh data-data teknis diatas merupakan data yang kita butuhkan sebelum melakukan proses perhitungan perencanaan struktur, data tersebut dapatkita peroleh dari SNI (Standar Nasioal Indonesia) , Produser bahan, Desain bangunan, PBI dll.
Posted by:ILMUSIPIL.COM
Langganan:
Postingan (Atom)




